Showing posts with label Lain-Lain. Show all posts
Showing posts with label Lain-Lain. Show all posts

Thursday, July 15, 2010

Inilah Jawaban 'Ayam dan Telur' Itu

(Foto : Dok)
MANA YANG LEBIH DULU, ayam atau telur? sudah jadi pertanyaan paling filosofis maupun ilmiah selama berabad-abad. Tapi kini, jawabannya sudah didapatkan. Para ilmuwan pekan ini mengklaim telah memecahkan teka-teki tersebut. Jawabannya, kata mereka, adalah ayam.

Seperti dilaporkan Mailonline, para peneliti menemukan bahwa pembentukan kulit telur bergantung pada satu protein yang hanya ditemukan di indung telur ayam. Artinya, telur hanya bisa ada jika berada di dalam ayam. Protein yang disebut ovocledidin-17, atau OC-17 - bertindak sebagai katalis untuk mempercepat pengembangan kulit telur itu.

Cangkan keras ini penting sebagai tempat bagi kuning dan putih telur. Para ilmuwan dari universitas di Sheffield dan Warwick menggunakan super komputer untuk men-'zoom in' pembentukan telur tersebut.

Komputer yang disebut HECToR itu mengungkapkan bahwa OC-17 sangat penting dalam memulai kristalisasi atau tahap awal penciptaan kulit telur. Protein tersebut mengubah kalsium karbonat menjadi kristal kalsit yang membentuk kulit telur.

Kalsit kristal ada di berbagai tulang dan tempurung tetapi mereka terbentuk lebih cepat di dalam ayam. Unggas itu mampu menghasilkan 6 gram kulit telur setiap 24 jam.

Dr Colin Freeman, dari Departemen Teknik Material Universitas Sheffield, mengatakan, selama ini orang mengira bahwa yang terlebih dulu ada adalah telur. "Tapi kini kita memiliki bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa sebenarnya ayamlah yang lebih dulu ada," ujarnya belum lama ini.

Menurutnya, protein itu sudah diidentifikasi lama dan diketahui terkait dengan pembentukan telur. "Ternyata, dengan memeriksanya secara jeli kita dapat melihat cara protein itu mengendalikan proses pembentukan kulit telur. Menarik untuk diketahui bahwa berbagai jenis spesies burung tampaknya memiliki variasi protein dengan cara kerja yang sama," kata Freeman.

Profesor John Harding, dari jurusan yang sama di Sheffield, mengatakan bahwa penemuan itu bisa berguna untuk hal lain. "Memahami cara ayam membuat kulit telur dapat memberi petunjuk menuju rancangan baru maupun bahan baru," katanya.

Alam telah menemukan solusi inovatif untuk semua jenis masalah dalam ilmu tentang materi dan teknologi dan kita dapat belajar banyak dari alam. Penemuan itu dipublikasikan dalam makalah "Structural Control Of Crystal Nuclei By An Eggshell Protein". (Ant/Ogi)

Saturday, June 12, 2010

Misteri Hidup Lagi Setelah Mati Beku

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
img
Mitsutaka dan Erika (diolah)
Seattle, Dalam beberapa kasus, orang yang mati kedinginan pada suhu ekstrem bisa hidup lagi. Seorang peneliti berhasil menjelaskan fenomena ini lewat eksperimen yang dilakukan dengan ragi dan cacing tanah.

Mati beku atau 'freezes to death' dipicu oleh suhu dingin yang terlalu ekstem, yang sering terjadi di pegunungan atau daerah beriklim dingin. Meski sangat jarang, seseorang yang mati beku bisa hidup kembali.

Kasus pertama terjadi pada musim dingin 2001, menimpa Erika, seorang bayi 13 bulan di Kanada. Gara-gara hanya mengenakan popok saat berkeliaran di luar rumah, ia tewas dengan suhu tubuh anjlok hingga 16 derajat celcius.

Saat ditemukan, jantung bayi itu diperkirakan telah berhenti berdenyut selama 2 jam. Ajaibnya, jantung si bayi kembali berdenyut tak lama setelah dihangatkan dan diberi napas buatan.

Kasus berikutnya terjadi di Jepang pada tahun 2006. Seorang pria, Mitsutaka Uchikoshi hilang di Gunung Rokko yang bersalju dan ditemukan 23 hari kemudian dalam kondisi membeku dan tidak menunjukkan tanda-tanda adanya metabolisme.

Pria ini akhirnya hidup lagi setelah dibawa ke tempat yang lebih hangat, dan diberi pertolongan. Bahkan kondisi kesehatannya dilaporkan pulih tak lama kemudian.

Didahului dengan kondisi anoksia (tidak memiliki oksigen)
Ilmuwan dari Fred Hutchinson Cancer Research Center, Mark B. Roth, Ph.D. berusaha menjelaskan fenomena ini lewat sebuah eksperimen. Seperti dikutip dari Science Daily, Jumat (11/6/2010), Roth menggunakan ragi dan embrio cacing tanah (nematoda).

Pada eksperimen pertama, ia menyimpan ragi dan embrio tersebut pada suhu di atas titik beku. Dalam waktu 24 jam, 99 persen dari makhluk itu benar-benar mati dan tidak bisa hidup lagi meski dihangatkan.

Berikutnya, ragi dan embrio cacing diletakkan dalam lingkungan kurang oksigen sebelum dibekukan dalam keadaan anoksia (tidak memiliki oksigen). Pada percobaan ini, 66 persen ragi dan 97 embrio cacing bisa hidup lagi setelah dihangatkan dan diberi cukup oksigen.

Kondisi anoksia, menurut Roth telah menyebabkan siklus sel berhenti sehingga kedua jenis makhluk hidup tersebut menjadi mati suri. Didukung suhu dingin, maka secara biologis siklus sel terjaga untuk tetap stabil selama mati suri sehingga tidak benar-benar mati.

"Ketika makhluk hidup mati suri dalam kondisi demikian, risiko terjadinya kesalahan dalam proses biologis yang memicu kematian akan berkurang," ungkap Roth.

Penelitian yang didanai oleh NIH dan National Science Foundation ini akan dipublikasikan secara online dalam jurnal Molecular Biology of the Cell edisi 1 Juli mendatang.

health.detik.com
(up/ir)

Pilih Mana, Video Mesum atau Piala Dunia?

Ismoko Widjaya, Vivanews.com - Sab Jun 12, 2010 05:40 WIT
Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf
                    Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf
                  VIVAnews - Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf lebih memilih menonton Piala Dunia daripada video mesum mirip Ariel 'Peterpan', Luna Maya, dan Cut Tari. Dalam Piala Dunia 2010 ini Dede Yusuf menjagokan Brazil dan Spanyol untuk bertemu di final."Lebih enak nonton bola," kata Dede Yusuf menanggapi video mesum mirip artis di Hotel Savoy Homman, Bandung, Jawa Barta, Jumat 11 Juni 2010.Dalam ajang Piala Dunia 2010 ini Dede Yusuf menjagokan Brazil dan Spanyol. Ia menganalisis komposisi kedua tim sama kuat dan bertabur maestro sepakbola dunia. Namun Ia menilai secara skill Brazil masih lebih unggul. "Saya berharap Brazil dan Spanyol bertemu di final, namun saya menilai Brazil lebih kuat karena komposisi pemain Brazil lebih kuat," ujar politisi yang juga artis ini. Dalam pertandingan pembukaan nanti antara Afrika Selatan melawan Meksiko, Dede menganalisis Afrika Selatan akan menang melawan Meksiko dengan skor 2-1. "Kedua tim sama kuat namun saya kira Afsel menang 2-1 karena semangat tuan rumah," ujarnya menganalisis. Tapi, tebakan Dede ini sedikit meleset. Hingga akhir pertandingan, Afrika Selatan dan Meksiko berbagi angka, 1:1. Laporan: Iwan Kurniawan l Bandung