Showing posts with label Nusantara. Show all posts
Showing posts with label Nusantara. Show all posts

Sunday, April 10, 2011

Briptu Norman Kamaru "Polisi Brimob yang jadi Selebritis"

'Chaiyya Chaiyya' judul Lagu India yang dinyanyikan dengan kocak dan penuh perasaan oleh Briptu Norman Kamaru menjadi sorotan publik masyarakat Indonesia. Banyak masyarakat yang penasaran, akhirnya memuji karena kelucuannya, ada juga yang memberi teguran. Tapi dengan adanya video Briptu Norman Kamaru / polisi India, citra polisi menjadi lebih baik. Yang dulunya masyarakat mengenal Polisi tukang palak/ asal tilang dijalan tapi dengan adanya video tersebut masyarakat jadi agak suka dengan polisi.

Tuesday, October 26, 2010

Korban Tewas Tsunami Mentawai Bertambah

Malam ini, sejumlah sumber menyebut korban tewas akibat tsunami mencapai 100 lebih.
Tsunami di Aceh (www.jtic.org / Yuichi Nishimura, Hokkaido University)
VIVAnews - Sebelumnya gempa Mentawai diberitakan tak ada tsunami, namun rupanya pantai barat gugusan kepulauan itu luluh lantak terkena gelombang laut karena gempa itu. Korban tewas sampai malam ini diperkirakan sudah tembus lebih dari 100 orang.

Perkiraan ini dikeluarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat, Harmensyah, yang merilis angka tewas 108 orang dan hilang 502 orang. Kementerian Kesehatan lebih tinggi lagi, korban tewas mencapai 113

Friday, October 8, 2010

La Nina Picu Banjir Wasior

Ilustrasi (Foto : Okezone.com/Daylife)
YOGYA (KRjogja.com) - Peneliti Kebencanaan dari Universitas Gadjah Mada Sudibyakto mengatakan banjir bandang yang melanda Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat, yang menewaskan 83 orang lebih merupakan dampak terjadinya anomali cuaca akibat La Nina dan degradasi lingkungan.

"Salah satu penyebab terjadinya anomali cuaca itu adalah munculnya La Nina ketika suhu muka laut di barat wilayah khatulistiwa Pasifik mendingin. Dampaknya, hujan deras di musim kemarau seperti saat ini masih terjadi di Indonesia," katanya, di Yogyakarta, Kamis (7/10).

Waspada! Cuaca Ekstrem Hingga Awal 2011

Ilustrasi
JAKARTA (KRjogja.com) - Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem untuk waktu yang agak lama. Hujan lebat disertai angin dan petir yang terjadi belakangan ini masih akan berlanjut hingga awal 2011.

Bahkan ke depan ancaman akan semakin meningkat karena puncak cuaca ekstrem baru mulai terjadi Desember nanti. Peneliti Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Eddy Hermawan mengatakan, sebelum Desember, hujan lebat hanya berlangsung singkat.

Komisi VIII DPR Sebaiknya Tinjau Banjir ke Wasior, Bukan ke AS


Jakarta - Rencana perjalanan studi banding anggota Komisi VIII DPR ke Amerika Serikat besok sebaiknya dibatalkan. Sebab, masih banyak pekerjaan yang harus ditangani para legislator yang membidangi masalah sosial itu di negerinya sendiri, seperti banjir bandang di Kota Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

"Ini ada urusan di dalam negeri yang menyangkut hidup matinya orang, kok malah pengin ke luar negeri. Itu sebaiknya dibatalkan dan sebaiknya mereka datang ke Papua," kata Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang, saat dihubungi detikcom, Jumat (8/10/2010).

Elsie Lontoh Tampik Gosip KD Bangkrut

Komario Bahar - detikhot.com
Gambar  
Krisdayanti (fakhmi/detikhot)
Jakarta Gara-gara menjual rumah dan mobilnya, penyanyi Krisdayanti dikabarkan tengah mengalami kebangkrutan. Namun saat dikonfirmasi, sahabat KD, Elsie Lontoh membantahnya.

Elsie mengaku KD memang sengaja menjual rumahnya yang berada di kawasan Pondok Indah. Kebetulan, rumah yang rencananya akan dijadikan kantor KD Production itu ditawar dengan harga yang cukup tinggi.

Sunday, October 3, 2010

Gempa 5,5 SR Guncang Ujungkulon

Gempa terjadi sekitar 70 kilometer barat daya Ujungkulon, Banten. 
Gempa 5,5 SR di Ujungkulon (USGS)
VIVAnews - Gempa kembali guncang Serang, Banten. Gempa dengan kekuatan 5,5 skala richter terjadi di Ujungkulon, Banten,  Minggu, 3 Oktober 2010 pukul 15.21 WIB.

Seperti dikutip situs Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG), gempa terjadi sekitar 70 kilometer barat daya Ujungkulon, Banten. Gempa terjadi di kedalaman 30 kilometer
Pusat gempa berada pada 6.83 Lintang Selatan - 104.86 Bujur Timur. Gempa ini tidak  berpotensi tsunami.

Gempa "Gelitik" Jakarta

Pusat gempa di Ujung Kulon (USGS)
VIVAnews.com - Sebuah gempa berkekuatan 5,5 skala Richter menggoyang Jakarta dan sekitarnya pada pukul 15.21 Waktu Indonesia Barat, Minggu 3 Oktober 2010. Gempa ini berpusat di barat daya Ujung Kulon, Banten.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, gempa berpusat di 6,83 lintang selatan dan 104,86 bujur timur atau 70 km barat daya Ujung Kulon. Gempa ini berpusat di laut pada kedalaman 30 kilometer ini tidak berpotensi tsunami.

Saturday, October 2, 2010

Tommy Soeharto Minta Maaf di Depan Anak Aidit

Hari ini Tommy berkumpul bersama anak-anak jenderal Pahlawan Revolusi dan pemimpin PKI. 
  (humpuss.co.id)
VIVAnews - Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh hari ini, 1 Oktober 2010, menjadi 'sejarah' sendiri bagi anak-anak tujuh jenderal Pahlawan Revolusi, pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI), dan Presiden Soekarno. Yang menarik perhatian, hadir pula bersama mereka putra bungsu penguasa Orde Baru, Hutomo Mandala Putra, yang akrab dipanggil Tommy Soeharto. Mereka berkumpul di Gedung Nusantara III DPR.

Din Syamsudin: Negara Biarkan Kekerasan

"Saya bersama tokoh-tokoh nasional lainnya sepakat bahwa negara tidak hadir."
Antique
Din Syamsudin (VivaNews/ Tri Saputro)
VIVAnews.com - Maraknya tindakan kekerasan yang terjadi beberapa hari terakhir seperti di Tarakan dan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan adalah fenomena yang menyedihkan.

Menurut Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsudin, rentetan fenomena kekerasan ini muncul lantaran negara membiarkan adanya tindakan kekerasan.
"Saya bersama tokoh-tokoh nasional lainnya sepakat bahwa rentetan peristiwa kekerasan itu karena negara tidak hadir. Kekerasan itu ada karena ada pembiaran dan pengabaian oleh negara. Artinya negara yang ghoib di dalam menyelesaikan masalah," ujar Din seusai meresmikan RS PKU Surakarta, Sabtu, 2 Oktober 2010.

PT KA: Korban Tewas 34, Perawatan Ditanggung

Keluarga korban meninggal dunia kecelakaan kereta Pemalang mendapat santunan Rp60 juta
Elin Yunita Kristanti  (ANTARA/Oky Lukmansyah)VIVAnews -- Evakuasi korban di lokasi kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo  Anggrek Jakarta-Surabaya dan  KA Senja Utama Jakarta-Semarang  di Pemalang, Jawa Tengah telah selesai dilakukan siang tadi.
"Data korban dari lapangan, meninggal 34 orang, luka berat dan ringan 27 orang," kata Humas PT Kereta Api Daerah Operasi (Daop) IV, Sapto Hartoyo saat dihubungi VIVAnews, Sabtu 2 Oktober 2010.

Politik Jubir SBY: 20 Oktober Belum Tentu Reshuffle

Elin Yunita Kristanti (AP Photo/Dita Alangkara)
VIVAnews.com  -- Pada Rabu 20 Oktober 2010 nanti genap setahun pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Apakah akan ada evaluasi kinerja menteri? "Yang kita  tahu kan tanggal 20 Oktober itu kan hari satu tahun pemerintahan SBY, nah tetapi ini bukan serta merta dipersepsikan pada tanggal tersebut hari H untuk dilakukan evaluasi, kemudian reshuffle," kata Juru Bicara Presiden, Julian Aldri Pasha di Kantor Kepresidenan, Sabtu 2 Oktober 2010.

Thursday, September 30, 2010

Habis Papua Timbul Gempa di Seluruh Dunia

Gempa Kaimana berkekuatan 7,4 SR mengakibatkan pergerakan seismik seluruh dunia.
Suwarjono(geofon.gfz-potsdam.de)
VIVAnews - Gempa berkekuatan 7,4 skala richter (SR) di Kaimana, Papua Barat, Kamis 30 September dinihari memiliki imbas sangat besar.


Gempa 7,4 SR Berpotensi Tsunami Guncang Papua

Antique, Bayu Galih Peta gempa di Indonesia (ANTARA/Widodo S. Jusuf

VIVAnews - Gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter (SR) mengguncang kawasan Papua, pada Kamis dini hari, 30 September 2010 sekitar pukul 00.10

Seperti dikutip dari laman Badan Meteorologi dan Geofisika, pusat gempa terletak di koordinat 4.94 Lintang Selatan, 133.90 Bujur Timur.

Staf Khusus Presiden: "Jakarta Berpotensi Diguncang Gempa Besar"

Mentawai diprediksi tak lama lagi berpotensi diguncang gempa besar berkekuatan 8,1 SR.Ismoko Widjaya
Panik warga Jakarta setelah gempa (AP Photo/Achmad Ibrahim)
 
VIVAnews - Hari ini persis satu tahun pasca gempa dahsyat berkekuatan 7,6 skala richter (SR) mengguncang Padang, Sumatera Barat. Dini hari tadi juga terjadi gempa berkekuatan 7,4 SR di Kaimana, Papua Barat.

Sunday, August 22, 2010

Prabowo: Sopir Taksi di Malaysia Saja Sebut Indonesia Bodoh

Kusmayadi - detikNews
Mataram - Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Prabowo Subianto mengatakan Malaysia memang tidak takut dengan Indonesia. Bahkan sekelas sopir taksi di negeri yang baru menangkap tiga orang petugas Kementerian Perikanan dan Kelautan itu, berani menyebut Indonesia sebagai bangsa yang bodoh.

"Saya baru dari Malaysia. Saya naik taksi dari bandara. Rupanya sopir taksi saja menyebut kita sebagai bangsa yang bodoh. Makanya Malaysia tidak takut sama kita," kata Prabowo di Mataram, Minggu (22/8/2010).

Prabowo Minggu siang melantik Dewan Pengurus Daerah HKTI NTB periode 2010 – 2011. Prabowo didampingi Sekretaris Jendral HKTI Fadli Zon dan sejumlah politisi Partai Gerindra, termasuk juga sejumlah pengurus nasional HKTI.

Menurut Prabowo, di Malaysia bahkan kini ada sebuah situs dengan alamat yang bikin panas kuping, yakni www.indoncelaka.com. Indon adalah kata sebutan orang Malaysia untuk para buruh migran Indonesia yang bekerja di negara itu.

"Coba saja di cek. Orang Malaysia bikin situs itu. Orang Malaysia tidak takut, bahkan jadi olok-olok, kalau pesawat kita akan menyerang mereka, mereka nyantai-nyantai saja. Mereka bilang, belum sampai sudah jatuh sendiri. Miris kita dengarnya," kata Prabowo.

Mantan Pangkostrad ini mengaku sedih mendengar Indonesia direndahkan di mata negara lain. Itu kata dia, karena Indonesia meski kaya raya dengan sumber daya alam, tapi salah pengelolaan. Pemerintah tidak mampu menjadikan kekayaan alam yang melimpah itu menjadikan Indonesia kuat dari sisi ekonomi, yang bisa berimbas pada kekuatan pertahanan dan lainnya.

"Kita kadang terlalu baik sama orang. Masak ikan kita di curi, kita malah bilang, monggo," kata Prabowo.

Prabowo menyebut, apa yang dikatakannya bukan untuk memanas-manasi rakyat Indonesia. Meski ia bukan bagian dari pemerintah, ia percaya, Pemerintahan SBY bisa mengambil langkah diplomasi yang tepat untuk mengatasi masalah Indonesia dengan Malaysia.

"Saya ingin HKTI tidak hanya kritik, asal kritik. Ngomel asal ngomel. Saya ingin HKTI menjadi gudang solusi bagi negara," ujarnya sambil menjabarkan panjang lebar gagasan dan pemikirannya di sektor ekonomi.


(rdf/rdf)

3 Petugas DKP Diberi Baju Tahanan, Malaysia Harus Ditegur

Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta - Pemerintah diminta untuk memberi peringatan keras pada Malaysia terkait insiden petugas DKP di perbatasan. Pemborgolan dan pengenaan baju tahanan kepada petugas DKP, merupakan bentuk arogansi otoritas Malaysia.

"Otoritas Malaysia seharusnya paham bahwa 3 petugas DKP yang dimintai keterangan merupakan wakil dari Republik Indonesia. Oleh karenanya tidak seharusnya bila mereka diperlakukan sama seperti pelaku kejahatan," ujar Guru Besar Hukum Internasional FHUI, Hikmahanto Juwana, dalam rilis kepada redaksi detikcom, Minggu (22/8/2010).

Menurut Hikmahanto, sebagai tindak lanjut penyelesaian atas insiden tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Riau oleh Malaysia, maka pemerintah Indonesia tidak seharusnya puas dengan pengembalian 3 petugas DKP ke Indonesia serta mendeportasi 7 nelayan ke Malaysia.

Pemerintah pun diminta untuk membentuk Joint Committee, atau komisi gabungan bersama Malaysia. Tugas komisi ini untuk menentukan letak akurat kordinat penangkapan kapal nelayan Malaysia oleh DKP.

"Bila hasil dari joint committee ternyata kordinat terjadinya penangkapan oleh DKP berada di wilayah kedaulatan Indonesia, maka pemerintah perlu melakukan langkah-langkah yang tegas terhadap Malaysia," tambah dia.

Sebaliknya, jika kordinat berada di wilayah kedaulatan Malaysia maka pemerintah perlu secara jantan meminta maaf kepada Malaysia atas kesalahan petugas DKP melaksanakan kewenangan hukumnya di luar wilayah Indonesia.

(rdf/fay)

Bayi Berkaki Empat Berhasil Lewati Masa Kritis Pascaoperasi

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Pasca operasi, kondisi kesehatan Rizka (1,4) bayi berkaki empat asal Desa Kampung Mesjid, Kelurahan Teluk Binje, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut), mulai membaik, Selasa (10/8/2010) siang. Meski belum sembuh total, Rizka telah dapat beraktivitas layaknya bayi normal lain bermain dengan ibunya.

Bungsu dari enam bersaudara buah hati pasangan Husnul Marpaung (46) dan Hasnizar (43) ini telah mampu menyambut salam dokter yang datang menjenguk ke ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUP Haji Adam Malik Medan, tempat Rizka mendapat perawatan.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Haji Adam Malik Medan, Azwan Hakmi Lubis mengatakan, Rizka akan menjalani operasi tahan lanjutan guna menyempurnakan operasi tahap pertama.

"Kondisi bayi membaik pasca operasi. Sudah bisa bermain. Namun tim dokter akan melakukan operasi tahan kedua jika kondisi bayi sudah memungkinkan," papar Azwan.

Kondisi kesehatan Rizka yang telah membaik, membahagiakan pihak keluarga. Semula pihak keluarga sempat cemas dengan kondisi Rizka.

"Siap operasi, kami sedikit tenang. Kami sempat takut saat Rizka menjalani operasi," kata Hasnizar.

Rizka menjalani oprasi pemisahan kaki dari kembar siamnya yang tak tumbuh sempurna, Senin (98/2010) siang. Tim bedah tidak mengalami kesulitan berarti memisahkan dua kaki kembarannya yang menempel pada bagian pinggul. Bahkan proses operasi lebih cepat dua jam dari jadwal yang diprakirakan selama enam jam.

(djo/djo)

POLRES SUKOHARJO MENYIDIK PARA TERSANGKA ; Upal 1 Juta Ditukar Rp 400.000 Asli

SUKOHARJO (KR) - Kasus uang palsu (upal) yang melibatkan salah seorang tersangka Nuryanta (45) Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo memasuki tahap pemberkasan. Polres Sukoharjo usai mengirimkan barang bukti ke Puslabfor Polda Jateng, menunggu keterangan saksi ahli dari Bank Indonesia (BI) Solo.
Tahap pemberkasan menurut rencana maksimal akan diselesaikan satu atau dua pekan. Sebab Polres saat ini sedang menunggu jawaban dari pemeriksaan barang bukti di Puslabfor Polda Jateng yang baru dikirim Jumat (20/8).
Jawaban dari Puslabfor Polda Jateng nanti akan dijadikan dasar untuk menjerat tersangka. Disisi lain keterangan ahli dari BI akan dipakai memperkuat pelanggaran yang dilakukan Nuryanta dan dua teman lainya, yakni MJ (30) warga Gunungkidul dan AK (32) warga Trucuk Klaten. “Kami terus mendalami pengakuan tersangka dan secepatnya mereka akan disidangkan”, ujar Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Sukiyono saat ditemui diruang kerjanya Sabtu (21/8).
Pendalaman yang dilakukan berkaitan dengan keterangan tersangka saat mengedarkan upal. Hasil pemeriksaan menemukan fakta bahwa Nuryanta dan dua tersangka lain sengaja menukarkan uang dengan orang lain.
Penukaran dilakukan dengan perbandingan 60 : 40 atau upal senilai 1 juta ditukar dengan Rp 400 uang asli. Sistem tersebut berhasil membuat ketiga tersangka mudah dalam menjalankan aksinya, dan semakin mudah setelah dibantu beberapa pengepul dari beberapa daerah. Polres Sukoharjo kini sedang menyidik beberapa orang yang diduga sebagai tersangka lainnya.
Selain memeriksa ketiga tersangka, Polres Sukoharjo mengembangkan ke bawah, dan ditemukan upal yang sudah diedarkan 40 juta, jumlah tersebut diedarkan dalam dua tahap. Pertama 15 juta sampai 20 juta dan kedua 30 juta sampai 40 juta. Banyaknya upal yang beredar membuat Polres Sukoharjo minta bantuan pada petugas terkait untuk bisa menemukan barang bukti upal yang sudah beredar.
Dari Purwokerto diberitakan, tim gabungan kepolisian Resor Purworejo dan Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu siang (21/8) menggerebek sebuah rumah kontrakan di Purwokerto yang diduga sebagai tempat pembuatan uang palsu. Dalam penggerebekan terhadap rumah di Jalan Kalibener Nomor 102 RT 05 RW 02 Kelurahan Kranji, Kecamatan Purwokerto Timur, Banyumas, polisi menyita sejumlah peralatan cetak berikut satu koper uang palsu sebagai barang bukti. Pengontrak rumah, Sks yang diduga sebagai pelaku pemalsuan uang tersebut juga ditangkap.

Thursday, July 15, 2010

Tol Semarang - Ungaran, Lebaran Diharap Bisa Digunakan

SEMARANG (KRjogja.com) - Jalan tol Semarang-Ungaran diharapkan dapat digunakan pada saat Lebaran tahun ini, sehingga mampu mengurangi kemacetan. Jika jalan tol Semarang-Ungaran sudah dapat digunakan, maka akan mempercepat daya tempuh yang saat ini membutuhkan waktu 1,5 jam lebih.
"Diusahakan (jalan tol Semarang-Ungaran,red.) dapat digunakan saat Lebaran. Akan tetapi, kita tidak akan memaksakan diri karena kita tidak ingin mengorbankan kualitas jalan," kata Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah, Danang Atmodjo, di Semarang, Rabu (14/7).
Danang memperkirakan jalan tol Semarang-Ungaran yang dapat dilewati pada saat Lebaran tahun ini, sepanjang 11 kilometer. Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan tol Semarang-Solo seksi I (Semarang-Ungaran) selesai keseluruhan pada Agustus 2010. Pengerjaan tol Semarang-Solo seksi II (Ungaran-Bawen) diharapkan sudah bisa dimulai kegiatan fisiknya pada Agustus 2010.
Proses pembebasan lahan sendiri telah tuntas 60 persen dan diharapkan Agustus sudah mulai konstruksi. Total panjang tol Semarang-Solo sepanjang 76 kilometer dengan pemegang konsesi PT Trans Marga Jateng.
Pembangunan tol dengan kebutuhan dana Rp6,8 triliun itu dibagi menjadi lima seksi, yakni seksi I (Semarang-Ungaran) 10,9 km, seksi II (Ungaran-Bawen) 11,3 km, seksi III (Bawen-Salatiga) 17,04 km, seksi IV (Salatiga-Boyolali) 22,85 km, dan seksi V (Boyolali-Kartosuro) 13,57 km. (Ant/Van)